9/11/2026

Kondisi Terang


"If you know the truth, the truth will set you free"

Ketika teman-teman berada dalam ruangan yang gelap ketika mati lampu rasanya ga nyaman bukan? Kita ga bisa melihat apa-apa dan ga tau jalan menuju pintu. Bandingkan ketika ada cahaya yang terang dan kita bisa melihat dengan jelas, pasti akan terasa lebih nyaman karena kita bisa melihat area sekitar dan juga pintu.

Begitu pula ketika menghadapi penyakit autoimun yang belum diketahui penyebabnya dan obat untuk menyembuhkannya, rasanya seperti berada dalam ruangan gelap tersebut. Tidak tahu harus bagaimana, hanya menuruti kata dokter dan menerima pengobatan yang disarankan dokter, tidak bisa menyembuhkan hanya bisa meredakan gejala, bahkan muncul efek samping yang tidak diinginkan.

Mendapat pengertian tentang penyebab penyakit autoimun yang sebenarnya, itu saja sudah setengah jalan menuju kesembuhan. Sekarang kita hanya perlu mengeliminasi si "culprit" itu, yaitu patogen (virus/bakteri) dan toksin/racun yang ada dalam tubuh kita.

Sebelum menuju kesana, mari kita berkenalan dengan patogen. Alkisah cerita, pada masa revolusi industri, adalah pihak-pihak yang meneliti virus ini dalam sebuah laboratorium, mungkin juga untuk dikembangkan sebagai senjata biologis atau tujuan lainnya. Virus-virus ini diberikan telur sebagai makanannya karena mereka juga makhluk hidup yang butuh makan dan bisa membuang kotoran juga. Entah bagaimana virus-virus ini bisa terlepas ke dunia luar dan akhirnya bermutasi menjadi varian-varian baru. Dan pada akhirnya virus ini masuk ke dalam tubuh manusia.

Dalam tubuh manusia, virus-virus ini berkembang biak dan bersarang dalam organ-organ tubuh kita, terutama hati (liver) yang bertugas untuk mengumpulkan semua racun yang masuk ke dalam tubuh kita. Virus-virus ini mengkonsumsi racun yang ada di liver dan membuang kotoran yang bersifat toksik juga. Selain itu virus-virus ini juga menghasilkan neurotoksin yang  menimbulkan inflamasi/peradangan pada syaraf. Akhirnya muncullah gejala-gejala yang umum pada autoimun seperti rasa nyeri, brain fog, fatigue (kelelahan), kesemutan, kebas. Ada pula yang menghasilkan dermatoksin yang mengiritasi kulit, sehingga timbullah autoimun pada kulit seperti eksim, psoriasis dan lainnya.

Menurut informasi dari Medical Medium jenis-jenis virusnya seperti EBV (Epstein Barr Virus), HHV (Human Herpes Virus), dan Shingles. Dan sampai saat ini masih belum ada penelitian mengenai virus-virus tersebut.

Sedangkan bakteri yang paling umum adalah Streptococcus yang menyebabkan radang tenggorokan, sinusitis, jerawat, infeksi saluran kencing, SIBO (small intestine bacteria overgrowth) dan cystitis.

Sementara toksin/racun yang berperan seperti logam berat (mercury, tembaga, aluminium, dll), DDT, petrochemical, plastik, bahan-bahan kimia yg sering terkandung dalam berbagai produk yang kita gunakan setiap hari. Toksin ini menjadi makanan bagi patogen di atas sehingga mereka bisa berkembang biak di dalam tubuh kita.

Jadi rumusnya:
PATOGEN + TOKSIN = AUTOIMUN
Itu mengapa ada orang yang mengkonsumsi gluten atau perokok berat, tapi sehat-sehat aja, karena dalam tubuh orang itu tidak ada patogen. Dibutuhkan kedua faktor tersebut, yaitu patogen dan toksin untuk menjadi suatu penyakit autoimun.

9/09/2026

Titik Balik


Bermula pada akhir tahun 2018, dengan kondisi berjalan yang mulai menurun, bahkan untuk berjalan dari kamar mandi ke kamar tidur saja sudah melelahkan. Mengangkat kaki untuk menaiki anak tangga juga sudah berat. Aku berseru kepada Tuhan, aku ga tau harus bagaimana lagi, semua pengobatan alternatif sudah kucoba, bahkan sampai yang termahal yaitu stem cell sudah kujalani tanpa ada hasil. Hanya kondisiku yang terus menurun. Bahkan aku mengalami kista Bertoulli di selangkanganku yang mengharuskan aku dioperasi untuk menyedot nanah yang ada.

Akhirnya aku berseru pada Tuhan, aku ga mau hidup seperti ini lagi, lebih baik aku meninggalkan dunia ini daripada hidup menjadi beban untuk suami dan keluargaku. Lalu jawaban Tuhan datang pada bulan Januari 2019, ketika sedang scrolling video youtube untuk ditonton, aku menemukan video tentang jus seledri, yang akhirnya mengantarku kepada Medical Medium dan pengetahuan tentang dunia kesehatan yang tidak seperti diajarkan oleh dunia kesehatan pada umumnya, tapi sudah banyak kesaksian dari orang-orang yang sembuh dari berbagai sakitnya dengan melakukan gaya hidup yang diajarkan oleh Medical Medium ini.

Celery juice

Membuatku tertarik dan semakin mempelajari tentang Medical Medium dari buku-bukunya, podcast-podcastnya, bahkan mengikuti sosial medianya. Buku pertama Medical Medium kubeli online dari Tokopedia, berupa buku bajakan hasil dicetak dari e-booknya. Tapi dengan semangat kubaca dan aku menemukan jawaban atas sakit yang kualami.

Mei 2010, ketika pertama kali terdiagnosa sakit autoimun Multiple Sclerosis, agak sulit bagiku untuk menerima ide tentang sistem imun kita yang menyerang tubuh kita sendiri. Kalau memang sistem imun kita yang rusak, harusnya aku sakit dari sejak lahir dong, dan kenapa imun kita bisa milih-milih mau menyerang bagian tubuh yang mana. Dua hal itu saja, belum ada yang bisa memberikan jawaban yang memuaskan dari dunia kedokteran.

Setelah membaca buku Medical Medium, aku menemukan jawaban dari pertanyaanku itu. Adanya patogen dan toksin dalam tubuh kita, yang bisa diturunkan dari orang tua, juga diperoleh selama kita hidup ditularkan dari orang lain atau dari lingkungan sekitar, itu yang menjadi "culprit" atau penyebab utamanya.

Patogen berupa berbagai macam virus, bakteri dan mutasiannya. Juga berbagai toksin/racun seperti logam berat, pestisida, bahan-bahan kimia (yang terkandung di dalam produk-produk rumah tangga, kecantikan, kebersihan), bahkan dari makanan yang kita konsumsi (seperti : pewarna, pengawet, MSG). Patogen dan toksin ini bisa terakumulasi dan terdeposit di dalam berbagai organ tubuh kita dan toksin inilah yang menjadi makanan bagi virus/bakteri tersebut untuk berkembang biak. Patogen inilah yang menyebabkan inflamasi dan timbulnya berbagai gejala penyakit pada autoimun.

Tubuh kita ga tinggal diam dengan hadirnya patogen dalam tubuh kita, dan sistem imun yang memang dirancang untuk melindungi kita, akan menyerang patogen yang bersarang di organ tertentu itu. Reaksi sistem imun inilah yang disalahartikan sebagai sakit autoimun, padahal itu adalah aksi untuk menyelamatkan hidup kita dari serangan virus/bakteri.

Penjelasan itu menjawab dua pertanyaanku di atas dengan tuntas. Mengapa sakit autoimun bisa muncul pada usia dan organ tubuh yang berbeda-beda pada tiap-tiap orang.


(Iklan) Ebook "Cara Bank Membaca Pengajuan KPR Kamu"


Kata suami belakangan byk yg nanya:

"KPR sy ditolak, lalu uang DP sy bs balik ga yh?"
"Pak, KPR sy ga diapprove, trus booking fee sy bs balik ga yh?

Nah sebelum kamu terlanjur bayar tanda jadi, DP, atau uang apapun, mending kamu pastikan dulu deh KPR kamu bakal disetujui atau ditolak oleh bank. Jgn cm percaya kata sales developer yg bilang pengajuan KPRnya akan dibantu. Yg bakal nganalisa KPR kamu itu bank, bukan dia.

Makanya, penting utk kamu baca buku ini dulu sblm kamu mau beli rumah dgn KPR, baik rumah second, maupun rumah baru dr developer: ebook "Cara Bank Membaca Pengajuan KPR Kamu".



Linknya disini: https://lynk.id/kpracademy/eon8o0m45j8j


Ditulis oleh org dalem yg pernah kerja di dapurnya KPR selama 10thn lebih.

Biar kamu tahu persyaratan apa yg hrs kamu miliki spy KPR kamu dpt disetujui (SLIK checking, DBR, pekerjaan, penghasilan, dll), kondisi rumah yg mau dbeli (rumah apa yg disukai dan di-redflag oleh bank), bahkan kondisi penjual jg bs jd penentu KPR kamu disetujui ato tidak, serta biaya2 tmbhn yg hrs kamu siapkan sblm membeli rumah. Semua bs kamu ketahui dlm buku ini.