Bermula pada akhir tahun 2018, dengan kondisi berjalan yang mulai menurun, bahkan untuk berjalan dari kamar mandi ke kamar tidur saja sudah melelahkan. Mengangkat kaki untuk menaiki anak tangga juga sudah berat. Aku berseru kepada Tuhan, aku ga tau harus bagaimana lagi, semua pengobatan alternatif sudah kucoba, bahkan sampai yang termahal yaitu stem cell sudah kujalani tanpa ada hasil. Hanya kondisiku yang terus menurun. Bahkan aku mengalami kista Bertoulli di selangkanganku yang mengharuskan aku dioperasi untuk menyedot nanah yang ada.
Akhirnya aku berseru pada Tuhan, aku ga mau hidup seperti ini lagi, lebih baik aku meninggalkan dunia ini daripada hidup menjadi beban untuk suami dan keluargaku. Lalu jawaban Tuhan datang pada bulan Januari 2019, ketika sedang scrolling video youtube untuk ditonton, aku menemukan video tentang jus seledri, yang akhirnya mengantarku kepada Medical Medium dan pengetahuan tentang dunia kesehatan yang tidak seperti diajarkan oleh dunia kesehatan pada umumnya, tapi sudah banyak kesaksian dari orang-orang yang sembuh dari berbagai sakitnya dengan melakukan gaya hidup yang diajarkan oleh Medical Medium ini.
![]() |
| Celery juice |
Membuatku tertarik dan semakin mempelajari tentang Medical Medium dari buku-bukunya, podcast-podcastnya, bahkan mengikuti sosial medianya. Buku pertama Medical Medium kubeli online dari Tokopedia, berupa buku bajakan hasil dicetak dari e-booknya. Tapi dengan semangat kubaca dan aku menemukan jawaban atas sakit yang kualami.
Mei 2010, ketika pertama kali terdiagnosa sakit autoimun Multiple Sclerosis, agak sulit bagiku untuk menerima ide tentang sistem imun kita yang menyerang tubuh kita sendiri. Kalau memang sistem imun kita yang rusak, harusnya aku sakit dari sejak lahir dong, dan kenapa imun kita bisa milih-milih mau menyerang bagian tubuh yang mana. Dua hal itu saja, belum ada yang bisa memberikan jawaban yang memuaskan dari dunia kedokteran.
Setelah membaca buku Medical Medium, aku menemukan jawaban dari pertanyaanku itu. Adanya patogen dan toksin dalam tubuh kita, yang bisa diturunkan dari orang tua, juga diperoleh selama kita hidup ditularkan dari orang lain atau dari lingkungan sekitar, itu yang menjadi "culprit" atau penyebab utamanya.
Patogen berupa berbagai macam virus, bakteri dan mutasiannya. Juga berbagai toksin/racun seperti logam berat, pestisida, bahan-bahan kimia (yang terkandung di dalam produk-produk rumah tangga, kecantikan, kebersihan), bahkan dari makanan yang kita konsumsi (seperti : pewarna, pengawet, MSG). Patogen dan toksin ini bisa terakumulasi dan terdeposit di dalam berbagai organ tubuh kita dan toksin inilah yang menjadi makanan bagi virus/bakteri tersebut untuk berkembang biak. Patogen inilah yang menyebabkan inflamasi dan timbulnya berbagai gejala penyakit pada autoimun.
Tubuh kita ga tinggal diam dengan hadirnya patogen dalam tubuh kita, dan sistem imun yang memang dirancang untuk melindungi kita, akan menyerang patogen yang bersarang di organ tertentu itu. Reaksi sistem imun inilah yang disalahartikan sebagai sakit autoimun, padahal itu adalah aksi untuk menyelamatkan hidup kita dari serangan virus/bakteri.
Penjelasan itu menjawab dua pertanyaanku di atas dengan tuntas. Mengapa sakit autoimun bisa muncul pada usia dan organ tubuh yang berbeda-beda pada tiap-tiap orang.

