9/09/2026

Titik Balik


Bermula pada akhir tahun 2018, dengan kondisi berjalan yang mulai menurun, bahkan untuk berjalan dari kamar mandi ke kamar tidur saja sudah melelahkan. Mengangkat kaki untuk menaiki anak tangga juga sudah berat. Aku berseru kepada Tuhan, aku ga tau harus bagaimana lagi, semua pengobatan alternatif sudah kucoba, bahkan sampai yang termahal yaitu stem cell sudah kujalani tanpa ada hasil. Hanya kondisiku yang terus menurun. Bahkan aku mengalami kista Bertoulli di selangkanganku yang mengharuskan aku dioperasi untuk menyedot nanah yang ada.

Akhirnya aku berseru pada Tuhan, aku ga mau hidup seperti ini lagi, lebih baik aku meninggalkan dunia ini daripada hidup menjadi beban untuk suami dan keluargaku. Lalu jawaban Tuhan datang pada bulan Januari 2019, ketika sedang scrolling video youtube untuk ditonton, aku menemukan video tentang jus seledri, yang akhirnya mengantarku kepada Medical Medium dan pengetahuan tentang dunia kesehatan yang tidak seperti diajarkan oleh dunia kesehatan pada umumnya, tapi sudah banyak kesaksian dari orang-orang yang sembuh dari berbagai sakitnya dengan melakukan gaya hidup yang diajarkan oleh Medical Medium ini.

Celery juice

Membuatku tertarik dan semakin mempelajari tentang Medical Medium dari buku-bukunya, podcast-podcastnya, bahkan mengikuti sosial medianya. Buku pertama Medical Medium kubeli online dari Tokopedia, berupa buku bajakan hasil dicetak dari e-booknya. Tapi dengan semangat kubaca dan aku menemukan jawaban atas sakit yang kualami.

Mei 2010, ketika pertama kali terdiagnosa sakit autoimun Multiple Sclerosis, agak sulit bagiku untuk menerima ide tentang sistem imun kita yang menyerang tubuh kita sendiri. Kalau memang sistem imun kita yang rusak, harusnya aku sakit dari sejak lahir dong, dan kenapa imun kita bisa milih-milih mau menyerang bagian tubuh yang mana. Dua hal itu saja, belum ada yang bisa memberikan jawaban yang memuaskan dari dunia kedokteran.

Setelah membaca buku Medical Medium, aku menemukan jawaban dari pertanyaanku itu. Adanya patogen dan toksin dalam tubuh kita, yang bisa diturunkan dari orang tua, juga diperoleh selama kita hidup ditularkan dari orang lain atau dari lingkungan sekitar, itu yang menjadi "culprit" atau penyebab utamanya.

Patogen berupa berbagai macam virus, bakteri dan mutasiannya. Juga berbagai toksin/racun seperti logam berat, pestisida, bahan-bahan kimia (yang terkandung di dalam produk-produk rumah tangga, kecantikan, kebersihan), bahkan dari makanan yang kita konsumsi (seperti : pewarna, pengawet, MSG). Patogen dan toksin ini bisa terakumulasi dan terdeposit di dalam berbagai organ tubuh kita dan toksin inilah yang menjadi makanan bagi virus/bakteri tersebut untuk berkembang biak. Patogen inilah yang menyebabkan inflamasi dan timbulnya berbagai gejala penyakit pada autoimun.

Tubuh kita ga tinggal diam dengan hadirnya patogen dalam tubuh kita, dan sistem imun yang memang dirancang untuk melindungi kita, akan menyerang patogen yang bersarang di organ tertentu itu. Reaksi sistem imun inilah yang disalahartikan sebagai sakit autoimun, padahal itu adalah aksi untuk menyelamatkan hidup kita dari serangan virus/bakteri.

Penjelasan itu menjawab dua pertanyaanku di atas dengan tuntas. Mengapa sakit autoimun bisa muncul pada usia dan organ tubuh yang berbeda-beda pada tiap-tiap orang.


Ebook "Cara Bank Membaca Pengajuan KPR Kamu"

 Kata suami belakangan byk yg nanya:

"KPR sy ditolak, lalu uang DP sy bs balik ga yh?"
"Pak, KPR sy ga diapprove, trus booking fee sy bs balik ga yh?

Nah sebelum kamu terlanjur bayar tanda jadi, DP, atau uang apapun, mending kamu pastikan dulu deh KPR kamu bakal disetujui atau ditolak oleh bank. Jgn cm percaya kata sales developer yg bilang pengajuan KPRnya akan dibantu. Yg bakal nganalisa KPR kamu itu bank, bukan dia.

Makanya, penting utk kamu baca buku ini dulu sblm kamu mau beli rumah dgn KPR, baik rumah second, maupun rumah baru dr developer: ebook "Cara Bank Membaca Pengajuan KPR Kamu".



Linknya disini: https://lynk.id/kpracademy/eon8o0m45j8j


Ditulis oleh org dalem yg pernah kerja di dapurnya KPR selama 10thn lebih.

Biar kamu tahu persyaratan apa yg hrs kamu miliki spy KPR kamu dpt disetujui (SLIK checking, DBR, pekerjaan, penghasilan, dll), kondisi rumah yg mau dbeli (rumah apa yg disukai dan di-redflag oleh bank), bahkan kondisi penjual jg bs jd penentu KPR kamu disetujui ato tidak, serta biaya2 tmbhn yg hrs kamu siapkan sblm membeli rumah. Semua bs kamu ketahui dlm buku ini.

4/17/2013

Dukungan Keluarga Itu Penting


My Life

Lahir sebagai anak kedua dalam keluargaku yang terdiri dari seorang ayah, ibu dan kakak laki-laki dengan perbedaan umur yang cukup jauh, 6 tahun. Aku dilahirkan ketika ibuku telah berusia 39 tahun dan ayahku 48 tahun. Perbedaan usia yang sangat jauh itu menyebabkan hubunganku dengan keluargaku pun sama jauhnya. Didikan dari orang tuaku yang kurang memberi kasih sayang dan perhatian secara verbal menyebabkan aku menjadi seorang anak yang haus akan kasih sayang orang tua terutama dari ayahku. Sebuah pelukan atau ciuman tak pernah kuterima dari ayahku, bahkan untuk mengadakan percakapan di rumah pun merupakan hal yang jarang sekali terjadi, mungkin tak pernah.

Yah, Tuhan sangat baik, Ia mengetahui kerinduan hatiku dan memberikan kepadaku seorang suami yang memiliki sosok seorang ayah yang selama ini kuimpikan.

Masa berpacaran kami jalani selama lebih dari 4 tahun, sebelum akhirnya kami memutuskan untuk menikah. Dalam 4 tahun itu, 6 bulan kami habiskan bersama-sama, namun 2,5 tahun berikutnya kami menjalani hubungan jarak jauh (long distance relationship) karena perusahaan tempat kami bekerja menugaskan suamiku di Medan, sedangkan aku di Jakarta. Sekembali suamiku ke Jakarta, timbul niat kami untuk menikah. Di saat yang sama penyakit antah berantah ini sudah mulai menggerogoti tubuhku, namun tak pernah kuungkapkan hal itu kepadanya.

Singkat cerita, kami pun menikah di bulan November 2009, ketika kondisi tubuhku sudah cukup menurun. Rasa letih berlebihan (fatigue) mulai menderaku, bahkan kala persiapan pernikahan kami, aku sudah kehilangan tenaga dan semangat untuk menikah. Tapi Tuhan sungguh baik, dengan persiapan 1,5 bulan, akhirnya pernikahan kami yang sederhana dilangsungkan di sebuah gereja disertai acara resepsi di tempat yang sama yang didatangi oleh keluarga dan kerabat dekat kami.

Di akhir Desember 2009, aku tak sanggup lagi bekerja karena semua gangguan yang aku alami ditambah dengan rasa pusing yang menyerang setiap kali melihat monitor komputer. Padahal hampir seluruh waktu kerjaku dihabiskan di depan komputer. Baru kuungkap kepada suamiku apa yang terjadi dengan tubuhku. Dengan sabar, suamiku menemaniku dalam perjalanan mencari penyakitku ini, walau aku sudah tidak sanggup menjalankan peran sebagai istri.

Kala vonis MS terlontar 4 bulan kemudian, aku sangat terpukul apalagi mendengar dokter mengatakan bahwa MS belum bisa disembuhkan. Dalam suatu perjalanan di malam hari, ketika aku hanya berdua di mobil dengan suamiku, aku meminta maaf padanya karena merahasiakan penyakitku selama ini. Seharusnya ia bisa menikah dengan wanita lain yang lebih baik dariku. Aku sungguh merasa bersalah. Namun, ia hanya memegang tanganku dan berkata bahwa dia akan selalu menemani dan mencintaiku apapun yang terjadi. Tanpa dikomando lagi, air mataku deras keluar membasahi mukaku.

Sekarang sudah 3,5 tahun pernikahan kami berjalan, ada kala sakitku membaik dan ada waktunya ia tak bisa diajak kompromi lagi. Perasaanku dan suamiku tentunya tidak selalu berjalan mulus, pertengkaran, perselisihan disertai air mata acap kali terjadi. Namun, Tuhan sedang membangun karakter kami berdua dan menjadikan kami pasangan yang lebih baik lagi daripada sebelumnya.

Komunikasi yang Baik

MS adalah penyakit yang unik, banyak dari gejalanya yang tidak nampak oleh orang lain, kecuali gangguan berjalan yang sering dialami. Bagi orang lain, seorang penderita MS kelihatan sehat-sehat saja. Aku pun mengalaminya, menghabiskan waktu lebih lama di toilet karena air kencing yang susah keluar. Risih rasanya dengan orang lain yang antre menunggu giliran di toilet. Juga ketika rasa ingin buang air kecil itu datang, tak jarang aku harus menyelak antrian. Kalau tidak, celanaku bisa basah. Orang lain tak akan mengerti kondisi seorang penderita MS, bila kita tidak mengemukakannya.

Perlu waktu yang tidak sebentar juga bagi suamiku untuk dapat memahami penyakitku, apa yang kualami, apa yang kurasakan, apa yang kuperlukan dan apa yang harus dilakukannya untuk bisa membantuku. Kini aku selalu menceritakan pengalamanku melakukan kegiatan sehari-hari, perasaanku, ketidakberdayaanku, keperluanku agar ia mengerti lebih lagi dan tahu apa yang kualami dengan tantangan sekecil apapun.

Jangan Sungkan Meminta Bantuan Orang Lain

Aku tidak dapat lagi berlagak menjadi orang yang kuat dan mandiri, peran yang selama ini kujalankan. Pada awalnya sulit bagiku untuk meminta bantuan orang lain, bahkan untuk berjalan dengan bantuan walker saja rasanya malu sekali. Tapi, aku tidak bisa melakukan semuanya sendiri lagi. Saat ini aku memang membutuhkan bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Misalnya, aku butuh bantuan orang lain untuk memakaikan sepatu, menyiapkan peralatan untuk mandi, membawakan makanan untukku, bahkan suamiku tak jarang membantu memakaikan pakaianku selesai mandi.

Memang rasanya tidak enak membebani orang lain, tapi perlu disadari juga bahwa hal itu merupakan kesombongan yang terselubung. Merasa diri kita bisa melakukan semuanya sendiri, bukankah itu suatu kesombongan?

Yah, Tuhan tidak suka dengan orang yang sombong, tetapi Dia suka dengan orang yang selalu mengandalkan-Nya dalam segala hal. Jadi masih perlukah kita malu meminta bantuan orang lain?

Bersyukurlah atas keluarga yang diberikan Tuhan kepada kita, mereka memang tidak sempurna, tapi Tuhan tidak pernah salah menempatkan kita dimana kita memang dibutuhkan untuk berada disitu.

3/17/2013

Intermezzo 3 (Kesulitan yang Mendatangkan Berkat)


Mengucap syukur dan berbahagia di waktu - waktu keberhasilan kita, atau atas keberuntungan yang kita alami adalah hal yang biasa...tapi bisakah kita terus mengucap syukur dan berbahagia di dalam masa "sulit" yang kita hadapi ?

Saya pernah baca sebuah cerita mengenai seorang kakek tua bijaksana yang memiliki seekor kuda yang begitu cantik...begitu indahnya kuda tersebut sampai - sampai raja di negeri tersebut sedemikian menyukainya.

Banyak orang sudah menasihati kakek tersebut agar menjual saja kuda tersebut kepada sang raja, mengingat harga yang ditawarkan oleh raja untuk membelinya bukanlah jumlah yang sedikit...bahkan sampai suatu kesempatan sang raja menawar kuda tersebut dengan menukarkan setengah dari kerajaannya untuk diberikan kepada sang kakek, namun sang kakek tetap menolak tawaran tersebut. Suatu hari kuda tersebut tiba - tiba menghilang, dan para tetangganya pun banyak yang berkata kepada sang kakek," Tuh kan betul aja, mending dulu dijual ke raja...sekarang udah ilang, kan rugi banget. Ga dengerin masukan kita - kita sih, jadi bernasib sial kan."

Namun sang kakek dengan tenangnya menanggapi demikian,"Saya tidak rugi apa - apa koq, saya tidak sedang sial, yang saya tahu saat ini adalah kuda tersebut tidak ada di kandangnya." Mendengar hal tersebut, banyak orang yang menganggap kakek tua itu sudah menjadi gila, mungkin karena depresi kehilangan kudanya dan tidak mau mengakui bahwa ia mengalami kerugian.

Kira - kira dua minggu setelah kuda tersebut menghilang, tiba - tiba kuda tersebut kembali muncul ke rumah sang kakek dengan membawa 12 ekor kuda liar lainnya. Melihat hal itu, para tetangganya pun berkomentar, "Ternyata si kakek betul juga yah, dia tidak sedang sial. Lihat saja sekarang dia jadi memiliki 13 ekor kuda. Sungguh kakek yang beruntung." Mendengar hal itu, sang kakek kembali menanggapi, "Saya tidak sedang beruntung koq, yang saya tahu sekarang ini kuda saya sudah kembali dan ada 12 ekor kuda liar yang mengikutinya." Mendengar hal itu, kembali para tetangganya menganggap kakek itu sudah gila, karena tidak bisa melihat suatu keadaan sebagai keberuntungan maupun kesialan.

Kira - kira 1 bulan setelah kembalinya kuda itu, saat cucu dari kakek tersebut sedang berusaha menjinakkan kuda liar yang didapat sang kakek, tiba - tiba saja ada kuda liar yang benar - benar sulit dikendalikan sehingga akhirnya sang cucu terjatuh dari kuda tersebut dan kakinya patah. Melihat keadaan tersebut, kembali para tetangganya berkomentar, "Wah ternyata si kakek itu punya kemampuan melihat ke masa depan, sampai - sampai dia tahu bahwa kedatangan 12 kuda liar itu bukanlah membawa keberuntungan bagi keluarganya, namun kesialan...lihat saja sekarang cucu kesayangannya patah kakinya. Sungguh hebat si kakek, namun sungguh sial juga."

Mendengar tanggapan itu, si kakek akhirnya tidak tahan lagi dan berkomentar, "Kalian ini kerasukan setan apa sih, dikit - dikit bilang beruntung, bilang sial, bilang beruntung, bilang sial...apa - apaan sih. Kan saya sudah bilang berkali - kali, saya ini tidak beruntung ataupun sial, yang saya tahu faktanya adalah saat ini kaki cucu saya patah. Itu tidak berarti saya sial."

Melihat tanggapan sang kakek yang sebegitunya, kembali para tetangganya menggosipkan sang kakek sebagai orang yang benar - benar gila, karena tidak bisa membedakan kesialan ataupun keberuntungan. Tepat seminggu setelah kejadian kaki cucunya patah, tiba - tiba raja di negeri tersebut mengumumkan perang dengan salah satu negeri tetangga...dan untuk memenuhi kebutuhan tentara yang ambil bagian dalam perang, maka raja memberlakukan wajib militer bagi setiap warganya yang masih muda.

Mendengar pengumuman tersebut, para tetangga sang kakek kembali berkata kepada sang kakek, "Ternyata kakek sungguh beruntung, karena kaki cucunya patah, maka dia tidak diikutsertakan dalam wajib militer." Kali ini sang kakek sudah tidak berkomentar apa-apa...speechless..karena sungguh sang kakek dengan sifat bijaksananya tidak pernah menilai suatu peristiwa sebagai keberuntungan atau kesialan...dia baru akan dapat menilai setelah segala sesuatunya berlalu dan kehidupannya telah berakhir.

Well teman...pernahkah kita mencoba berpikir sebagaimana si kakek yang bijak ini berpikir? Mungkin kebanyakan dari kita memiliki hobi sama seperti si tetangga sang kakek...dikit - dikit menilai lagi untung atau lagi apes...padahal sesungguhnya itu merupakan penilaian yang terlalu prematur.

Mungkin kebanyakan dari kita mengeluh mengenai keadaan Jakarta yang semakin macet, mungkin kita sering menganggap diri kita sedang sial kalo kita sampai terjebak kemacetan. Tapi kalau kita coba berbicara dengan mereka yang selamat dari bencana teroris Twin Tower 9/11 di Amerika, dimana mereka selamat karena terjebak macet sehingga mereka tidak dapat sampai di kantor tepat pada waktunya, maka kemungkinan besar mereka akan merasa sangat beruntung karena telah terjebak macet yang mengakibatkan mereka terlambat datang ke kantor.

Memang tidak mudah untuk mengucap syukur dalam berbagai keadaan, tapi satu hal yang pasti...bila kita terus dapat mengucap syukur akan segala keadaan yang kita alami, pastilah hidup kita menjadi lebih indah.

Lebih baik mengucap syukur daripada mengutuki keadaan.

2/01/2013

Intermezzo 2 (Why Me Lord? Why Not Other Person Instead?)

Multiple Sclerosis...what a beautiful name, but its effect for most people is not as beautiful as its name. God, why U choose me to have this disease? I can't handle it, i'm scared about my future, disability it could bring me just awaiting like a time bomb. Why me Lord? I don't know the answer to this question, all i can do is believing my God that He has a better plan for me, better than what i could just imagine. (He'd better have one after all this difficulties i have...lol).

God loves us, i'm sure of it, He doesn't want us to be condemned, that's why He gave us His only son to free us from the condemnation that we deserved. He's merciful, all we need is to believe in Him, Jesus Christ our saviour, our loving Father. No words too late for Him, He still waits us to come to Him and He accepts us as we confesssed our sins.

Why me Lord? Why do U have to promise such a terrific promise but i don't see it happens in my life? Why other people that's not better than me could have such peaceful, not a problematic life like me? Why can i just have a normal life like others have? Why me Lord, why not just other people to suffer this disease instead of me?

I don't know the answers, all i know He listens to all our prayers, but He might not granted all our wishes. Coz maybe what we ask Him is just not the best for us or for other people. For example king Hezekiah's prayer when he got sick n about to die. God said that he shall die and not live. (2 Kings 20:1). But Hezekiah pleaded for his life and our loving God just couldn't say no to him. God gave Hezekiah 15 yrs to live (2 Kings 21). And what happened in that prolonged period of time of his life? His wife gave birth to Manasseh, a king of Judah after his father passed away. One of the most evil king that ever reign Jerusalem. See how horrific impact of King Hezekiah wishes for his people.

No matter what hardships we're facing now, our God is always there for us. We can speak to Him, we can cry to Him when all this burden feels so heavy, we can come to Him and He'll ease our burden n gives us relief.

God sees us as His children, what kind of father that doesn't want to give the best things for his children. Even the bad ones would want their children to have the best life they could provide. God doesn't give us stone, if we ask for bread (Luke 11:11-13). God loves us so much, even He gave His precious and only Son for us. What else that He doesn't want to give us ? A healing that we need? Maybe it's just not the right time yet, maybe it's just not the best option for us now, maybe He wants us to be saved from the wrong path of life we're living on now. Any how, why, what, He only wants to give the best for us.

He loves us no matter what... "because the Lord disciplines the one he loves, and he chastens everyone he accepts as his son." (Hewbrews 12:6, NIV)

Put your trust in Him, cause He loves you.

God loves you and bless you all.