Serangan keduaku sejak aku terdiagnosa MS terjadi sekitar
bulan Agustus 2011, awalnya setengah badan kiriku kesemutan kencang
sampai-sampai kebas rasanya. Lalu lambat laun kakiku mulai terasa berat (foot drop), awalnya kaki kiri lalu
merambah ke kaki kananku. Kalau berjalan rasanya seperti ada beban yang berat
menahan kedua kakiku juga punggungku terasa begitu kaku. Pada Januari 2012,
keseimbanganku mulai terganggu, ditambah kedua telapak kakiku yang kebas
membuatku serasa berjalan di atas permukaan berbatu-batu. Sejak itu aku
mengalami kesulitan dalam berjalan. Untuk pergi ke luar rumah, aku tak berani
pergi seorang diri tanpa suamiku karena aku harus berpegangan padanya untuk
membantuku berjalan. Ketika itu aku belum punya walker ataupun tongkat.
Maret 2012 kembali aku dirawat di rumah sakit, tapi kali ini
dosis steroid yang tinggi sekalipun tidak dapat memulihkan kondisiku. Untuk
mengatasi gangguan keseimbangan yang kualami, aku mendapat latihan fisioterapi
yang berguna juga untuk melatih dan membangun kekuatan otot-otot kakiku.
Stretching
Sebelum melakukan latihan, penting untuk melakukan stretching terlebih dulu dan bisa
dilakukan dalam posisi telentang di ranjang. Gerakannya sebagai berikut:
1. Tekuk
satu lutut (kiri/kanan) dan pegang dengan kedua tangan bawa sampai paha
menempel ke dada. Tahan 10 hitungan, lalu lakukan beberapa kali demikian juga
untuk kaki yang lain.
2. Untuk
melakukan gerakan yang ini membutuhkan bantuan orang lain (asisten). Dalam
posisi telentang, badan dan kaki lurus. Asisten memegang salah satu kaki (misal
kiri) dan menggesernya ke samping kiri dengan sedikit mengangkat kaki sampai
kaki melebar ke samping membentuk sudut ±45º. Lakukan beberapa kali dan ulangi
juga untuk kaki yang lain.
3. Dalam posisi
telentang dan kedua kaki rapat, asisten mengangkat salah satu kaki lurus vertikal
ke atas membentuk sudut 90º dan tahan 10 hitungan sementara kaki yang lain
dijaga tetap lurus secara horisontal. Lakukan beberapa kali dan ulangi juga
untuk kaki yang lain.
Latihan Kekuatan Otot Kaki
Untuk melatih kekuatan otot kaki beberapa gerakan yang masih
kuingat adalah :
1. Masih
dalam posisi telentang, satu kaki ditekuk kemudian asisten memegang dan menahan
telapak kaki (sebagai pengganti beban), lalu luruskan kaki kembali sambil
asisten tetap memberi tekanan pada telapak kaki. Lakukan beberapa kali dan
ulangi untuk kaki yang lain.
2. Dalam
posisi telentang, angkat satu kaki sambil dijaga tetap lurus dengan ketinggian
± 20-30 cm dari ranjang, tahan 10 detik. Ulangi sebanyak 10 kali dan lakukan
juga untuk kaki yang lain.
3. Dalam posisi
duduk di atas ranjang dengan kedua kaki terjulur ke bawah, angkat salah satu
kaki, luruskan sampai posisi tumit sejajar dengan lutut lalu turunkan kembali,
ulangi sampai 10x. Kemudian lakukan juga dengan kaki yang lain.
4. Dalam
posisi duduk di atas ranjang dengan kedua kaki terjulur ke bawah, angkat salah
satu kaki dalam posisi lutut tetap ditekuk, angkat setinggi beberapa sentimeter
dari ranjang lalu turunkan kembali perlahan, ulangi 10x. Kemudian lakukan juga
dengan kaki yang lain
5. Dalam posisi
duduk di sofa yang cukup panjang atau tempat tidur yang tidak terlalu tinggi
(yang penting kedua kaki bisa menapak di lantai), posisi bokong agak maju
mendekati tepian sofa, kedua kaki rapat dan kedua tangan tidak terlalu rapat di
samping paha memegang sofa. Angkat badan sambil bertopang pada kedua tangan
sampai tangan lurus, geser badan ke samping (kiri/kanan) lalu duduk lagi, geser
kaki mengikuti posisi badan, lakukan sampai mencapai ujung sofa dan kemudian lakukan
ke arah sebaliknya sebanyak beberapa kali. (Kalau gerakan ke arah kiri,
letakkan tangan kiri agak jauh dari paha untuk memberi ruang ketika posisi
duduk kembali, demikian juga sebaliknya).
Latihan Keseimbangan
Sementara untuk latihan keseimbangan, aku menemukan website
yang bagus mengenai hal ini yaitu http://www.whyiexercise.com/balance-exercises.html.
Beberapa gerakan di antaranya juga diajarkan oleh fisioterapist-ku. Alat yang
dibutuhkan adalah meja yang cukup panjang (misal meja makan) untuk berpegangan
dan anak tangga. Untuk mendapatkan hasil terbaik, lakukan latihan di bawah
sebanyak 1-2 kali sehari. Kalau keseimbangan sudah semakin membaik, jangan
terlalu sering lagi berpegangan pada meja. Berikut gerakannya:
1. Mengangkat Lutut (Knee Lifts)
![]() |
| kiri : posisi yang benar; kanan : posisi yang salah |
Berdiri di depan meja dengan jarak yang cukup dengan meja
supaya ada ruangan yang cukup untuk mengangkat lutut ke depan. Pertahankan
posisi tubuh tegak sambil perlahan angkat lutut sampai mencapai ketinggian
pangkal paha. Turunkan perlahan dan ulangi 10 kali, lakukan dulu untuk satu
sisi saja. Kalau sudah lancar melakukan gerakan tersebut dengan postur tubuh
yang benar, ganti dengan kaki yang lain. Ketika mengganti kaki, berdirilah
tegak dan jangan biarkan berat badan berpindah dari satu sisi ke sisi yang
lain. Latihan bisa ditingkatkan hingga 20 kali kalau sudah semakin kuat.
2. Menendang ke Belakang (Back Kicks)
![]() |
| kiri : posisi yang benar; kanan : posisi yang salah |
3. Mengangkat Tumit/Berjinjit
(Heel Raises)
![]() |
| kiri : posisi yang benar; kanan ; posisi yang salah |
Angkat badan dengan bertumpu pada jari-jari kaki setinggi
mungkin tanpa mencondongkan berat badan ke depan. Jadi angkat badan lurus ke
atas. Tahan posisi dan jaga keseimbangan selama 2-3 detik. Usahakan berat badan
bertumpu pada jempol kaki selama melakukan gerakan berjinjit ke atas dan ke
bawah. Ulangi sebanyak 12-15 kali. Jika sudah mampu melakukan 25 kali gerakan ini
dengan mudah, coba turunkan kaki satu per satu. Lalu lanjutkan dengan gerakan
berjinjit dengan satu kaki.
4. Berjalan
Menyamping (Side Stepping)
Berdiri dengan kedua telapak kaki menghadap ke meja makan.
Jalan menyamping, bukan dengan menggeser kaki, tetapi mengangkatnya. Ketika
berjalan, pandangan tetap ke depan menghadap meja. Dan jangan memutar badan atau
kaki mengarah kemana kita berjalan. Lakukan sebanyak 3 kali untuk setiap arah
dengan panjang meja ±2,5 – 3 meter. Coba usahakan mencapai titik dimana kita
tidak perlu lagi berpegangan pada meja dan kita bisa mencoba jarak yang lebih
jauh lagi dengan bantuan seorang asisten untuk berpegangan jika diperlukan.
5. Berdiri dengan
Satu Kaki (Single Leg Stance)
Lakukan gerakan mengangkat satu kaki sebagai berikut, lalu
tahan keseimbangan selama 10 detik, kemudian ganti kaki. Lakukan sebanyak 3
kali untuk setiap sisi. Jika gerakan (a) bisa dilakukan dengan mudah, lanjutkan
dengan gerakan (b) dan seterusnya. Berikut latihannya:
(a) Berdiri di atas satu kaki, mata terbuka, tangan
berpegangan pada meja
(b) Berdiri di atas satu kaki, mata terbuka, tangan sedikit
berpegangan pada meja
(c) Berdiri di atas satu kaki, mata tertutup, tangan
berpegangan pada meja
(d) Berdiri di atas satu kaki, mata terbuka, tangan lepas
(tidak pegangan lagi)
6. Latihan Naik Turun
Tangga (Step Ups)
Mulai dengan kaki kanan di atas anak tangga setinggi 9
inchi, tangan berpegangan pada sisi tangga dan bisa juga pada tongkat atau
tangan asisten jika dibutuhkan. Condongkan tubuh sedikit ke depan, lalu angkat
badan ke atas untuk berdiri tegak. Condongkan tubuh sedikit ke depan lagi, lalu
turunkan perlahan dan kembali ke posisi semula. Ulangi sebanyak 10 kali untuk
tiap sisi. Perhatikan agar lutut tidak menyimpang masuk ke dalam pergelangan
kaki ketika melakukan latihan tersebut.
Sebagai tambahan latihan di
atas, latihan keseimbangan yang disarankan oleh dokter rehabilitasi medik-ku
adalah sebagai berikut :
Dalam posisi telentang, kedua lutut ditekuk (seperti posisi
sit-up), letakkan tumit di depan bokong sehingga lutut sejajar dengan tumit.
Buka kaki selebar panggul, kedua tangan lurus di samping badan, lalu angkat
badan bertumpu pada kaki, usahakan lutut tidak semakin melebar ke samping.
Tahan posisi badan di atas selama 10 detik, lalu turunkan kembali. Jika
keseimbangan masih terganggu, maka ketika badan diangkat, kaki akan terus
bergoyang-goyang. Latihan ini sebaiknya dilakukan setiap hari sesering mungkin.
Apabila keseimbangan semakin membaik, maka kaki akan menjadi stabil dan tidak
goyang lagi ketika mengangkat badan.
Catatan:
Untuk semua latihan di atas dilakukan sesuai dengan kemampuan dan
kekuatan yang dimiliki, jangan dipaksakan sampai terlalu lelah. Bila dirasakan
terlalu berat, jumlah hitungan atau frekuensi gerakan bisa dikurangi sesuai
kemampuan, untuk kemudian bisa ditambah lagi jika sudah semakin kuat.








No comments:
Post a Comment
Kepada para pembaca diharapkan tidak sungkan dalam membagikan pengalaman, masukan maupun kritik dan saran. Terima kasih.