1/23/2013

Tips Mengatasi Gangguan Buang Air Kecil


Masalah buang air kecil adalah salah satu gangguan yang sering dialami oleh penderita MS. Sering ke toilet, pipis tidak tuntas, tidak bisa pipis atau tidak bisa menahan pipis (urgensi ke toilet) adalah bentuk gangguan yang kerap dialami. Namun tidak perlu khawatir, gangguan tersebut dapat diatasi dengan cara melatih otot-otot dasar panggul (kegel exercise) dan juga pengaturan asupan air yang dikonsumsi setiap hari.


Senam Kegel

Dikembangkan oleh Arnold Kegel pada tahun 1948, seorang dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan di Los Angeles. Dokter Arnold Kegel sering melihat pasiennya yang sedang dalam proses persalinan sering tidak dapat menahan keluarnya air seni (ngompol). Hal itu yang menimbulkan inisiatifnya untuk menciptakan suatu bentuk latihan agar pasiennya tidak mengalami hal tersebut. Pada perkembangan selanjutnya senam kegel ini tidak saja dapat dilakukan oleh kaum wanita, tapi juga oleh kaum pria.
  
pelvic floor muscles - women
Tujuan senam Kegel adalah untuk memperkuat otot-otot dasar panggul (otot PuboCoccygeus atau PC muscle). Otot ini melekat pada tulang panggul seperti ayunan dan berperan menggerakkan organ-organ dalam panggul yaitu rahim, kandung kemih dan usus. Pada wanita kerja otot pubococcygeus dapat dirasakan berupa denyutan pada dinding vagina.

Sebelum memulai, pertama kenali dulu otot dasar panggul (pelvic floor muscles) yang benar yang akan dilatih. Caranya dapat dilakukan dengan menyetop pipis saat sedang pipis lalu pipis lagi. Atau untuk wanita, dengan cara memasukkan jari yang bersih ke dalam liang vagina lalu lakukan gerakan menahan pipis. Jika jari terasa terjepit, maka itulah otot yang harus digerakkan dalam latihan ini. Latihan ini dapat dilakukan dimana saja dalam posisi duduk atau berdiri. Usahakan bernafas secara normal dan usahakan tidak menggerakkan kaki, bokong dan otot perut selama melakukan senam ini.

pelvic floor muscles - men
Sesuai anjuran dari dokter rehab medik-ku, latihan ini harus dilakukan setiap hari, yaitu dengan cara:
1. Mengkontraksikan otot dasar panggul sebanyak 1000 kali per hari, dan
2. Mengkontraksikan otot dasar panggul, lalu tahan selama 1-2 detik sebanyak 30 kali, dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore hari).




Pelvic Tilt

Satu lagi latihan yang disarankan adalah pelvic tilt yang berfungsi untuk memperkuat otot perut. Caranya dalam posisi telentang, kedua lutut ditekuk, kedua tangan bisa diletakkan di sisi tubuh. Lalu naikkan panggul dan kontraksikan bokong (seperti menahan buang air besar), tahan posisi selama 10 detik dan ulangi sebanyak 20 kali. Latihan ini dilakukan sebanyak 2 kali sehari (pagi dan sore hari)


Mengatur Asupan Air Minum

Atur jadwal minum setiap jam
Salah satu gangguan yang sering dialami penderita MS adalah sering buang air kecil. Hal tersebut dapat diatasi dengan mengatur jumlah asupan air minum untuk melatih ritme kandung kemih supaya jumlah air yang sama tertampung di dalamnya dalam kurun waktu yang sama. Dengan demikian, kita bisa menciptakan pola waktu buang air kecil yang lebih teratur. Misalnya setiap hari kita minum sebanyak 2 liter air, lalu kita berada dalam kondisi bangun selama 10 jam, jadi usahakan jumlah air yang masuk ke dalam tubuh kita setiap jam-nya sama yaitu 2 liter dibagi 10 jam atau 200 ml/jam. Jangan minum air dalam jumlah yang sangat banyak di satu waktu, lalu kurang minum atau tidak minum sama sekali di jam berikutnya.

Beri tanda setiap kali minum
Air bisa diminum sekaligus (200 ml sekali minum) ataupun diminum secara bertahap dalam setiap jamnya (misal 50 ml setiap 15 menit atau 100 ml setiap 30 menit), yang penting jumlah air yang terakumulasi setiap jam-nya diusahakan sama. Untuk mempermudah ingatan kita akan asupan air minum yang sudah diminum, kita bisa membuat jadwal di kertas dan memberikan tanda checklist (centang) setiap kali kita minum.


Susah Pipis, No Problemo

WC jongkok, it helps!
Gangguan MS memang aneh, satu saat tidak bisa menahan pipis, di saat yang lain malah sebaliknya. Dari pengalamanku sendiri, kudapati posisi jongkok saat buang air kecil bisa membantu urin keluar dengan lebih mudah. Kemudian kalau urin tidak bisa keluar dengan tuntas, kubantu dengan cara menekan-nekan kandung kemih untuk merangsang urin keluar. Jika masih belum tuntas juga, bisa berdiri dulu sambil menekan-nekan perut, lalu jongkok dan coba pipis lagi. Kulakukan ini berulang-ulang sampai sudah tidak ada lagi urin yang bisa keluar. Air seni yang tidak bisa terbuang dengan tuntas dalam jumlah tertentu dapat mengakibatkan infeksi pada kandung kemih.


Urgensi ke Toilet

Gangguan buang air kecil yang satu ini membuatku penuh dengan persiapan kalau hendak pergi kemana-mana. Mulai dari mengetahui jarak tempuh perjalanan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan sampai begitu sampai di tempat tujuan, pertanyaan yang kulontarkan pertama kali adalah dimanakah letak toilet. Jika harus menempuh perjalanan jauh dan sulit ditebak kondisi kemacetan jalanan, sebaiknya kurangi jumlah asupan air sebelum berangkat dan pakailah pelindung seperti popok untuk dewasa atau bisa juga pembalut bagi wanita. Yang biasa aku lakukan sebelum berpergian adalah stop minum minimal 1 jam sebelum berangkat, lalu usahakan buang air kecil dulu meskipun rasanya masih belum ingin. 

Juga jangan sungkan untuk mempergunakan toilet bagi orang disable, jika sedang berada di tempat umum.


Mengompol Saat Tidur

Kurangi asupan minum menjelang sore
Penderita MS biasanya mengalami gangguan dalam mengendalikan pengeluaran urin dan feses, apalagi pada saat tidur dimana kita dalam kondisi tidak sadar. Dalam kondisiku yang sedang mengkonsumsi obat pelemas otot yang memberikan efek sedatif, hal ini menjadi tantanganku setiap malam hari. Untuk mengantisipasi hal tersebut, aku berusaha menghentikan asupan air mulai dari sore hari sekitar jam 5 atau 6 sore dan setelah makan malam aku hanya minum air setengah gelas saja. Setelah itu aku tidak minum lagi hingga waktunya tidur. Namun, dari pagi hingga sore hari aku tetap minum air putih yang banyak secara teratur minimal 2 liter sehari.

Setelah hampir 2 tahun aku melakukan pengaturan asupan air minum ini, memang terbukti membantu dalam pengaturan waktu buang air kecilku. Aku dapat memprediksi kapan aku ingin buang air kecil setelah berapa banyak air yang kuminum. Hal ini sungguh membantu terutama jika aku harus berpergian ke suatu tempat.

No comments:

Post a Comment

Kepada para pembaca diharapkan tidak sungkan dalam membagikan pengalaman, masukan maupun kritik dan saran. Terima kasih.