1/08/2013

Gaya Hidup Sehat


My Journey...

Setelah aku terdiagnosa penyakit yang antah berantah ini, namun kuyakin pasti ada obatnya hanya belum diketahui saja hingga saat ini, MS, perjalanan hidupku yang baru pun dimulai. Tak lama setelah aku membuka lembaran yang baru dengan kekasihku, menikah, ternyata ada kado pernikahan yang tak pernah kuduga akan kuterima. Kita harus tetap percaya ada kuasa yang lebih besar yang menentukan hidup kita, yaitu Tuhan.

Tak pernah kuiimpikan menjalani hidup dengan penyakit ini, tapi itulah yang harus kujalani saat ini. Mungkin banyak hal dalam hidup kita yang terjadi di luar kehendak kita dan tidak pernah terbersit dalam pikiran kita, misalnya dalam hal pekerjaan, dalam menemukan pasangan hidup, dalam menderita sakit penyakit yang tak kunjung sembuh, dan lain-lain. Kita tak pernah tahu kemana arah hidup kita akan menuju, bahkan kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Kita hanya bisa percaya hidup kita ada dalam tangan Tuhan dan Tuhan selalu punya rencana yang indah dalam hidup kita. Setelah perjalanan itu berakhir, kita dapat melihat ke belakang dan tersenyum.

Ambil saja pengalamanku, sejak kecil, aku seorang yang introvert dan sangat pemalu. Dari TK hingga SMP, sekolahku hanya berjarak kurang dari 1 km sehingga cukup ditempuh dengan berjalan kaki. Namun petualanganku dimulai ketika memasuki SMA, karena sejak saat itu semuanya berjalan di luar rencanaku. Berkat usulan kepala sekolah SMP-ku, aku berhasil masuk ke SMU Negeri yang terbilang unggulan saat itu, SMUN 8. Tetapi, sebenarnya aku berencana ingin masuk SMAN 78 yang lokasinya lebih dekat dengan rumahku dan sudah kuketahui lokasinya karena kakakku juga pernah bersekolah disana. Kini aku harus masuk ke sekolah yang antah berantah tidak tahu dimana, belum lagi harus menghadapi kejengkelan papaku karena semua berjalan tidak sesuai dengan rencana kami.

Sekarang aku tahu kenapa semua itu harus terjadi, Tuhan sedang mempersiapkanku untuk masa depanku. Karena letak SMUN 8 yang sangat jauh dari rumahku di Slipi, aku harus naik kendaraan umum. Bis yang kutumpangi selalu penuh dengan penumpang, tanpa AC, dan merasakan pengalaman bertemu dengan beraneka ragam orang yang tak pernah kubayangkan ada sebelumnya. Bersekolah di sekolah negeri juga adalah pengalaman yang sepenuhnya baru untukku, dari TK hingga SMP aku bersekolah di sekolah swasta Kristen. Kini aku memiliki teman dari berbagai agama dan kepercayaan juga dengan segala macam keunikannya. Ya itulah cara Tuhan mengajarku menjadi seorang yang mandiri dan bisa bergaul dengan berbagai macam orang. Karena selanjutnya aku akan kuliah di tempat yang lebih jauh lagi dan menghadapi masa perkuliahan yang lebih berat.

Masa perkuliahan selama 4 tahun di Depok harus kujalani dengan pulang pergi kampus-rumah. Kondisi keuangan keluargaku tergolong pas-pasan jadi aku tidak mampu untuk nge-kost. Perjalanan Slipi-Depok setiap hari menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Dari pengalaman yang menakutkan hingga menyenangkan semuanya kualami. Bertemu dengan pencopet, bertemu orang-orang aneh, menghadapi tawuran di jalanan, bis yang bocor kala hujan, hingga bertemu dengan calon suamiku di tempat yang tidak pernah kubayangkan, di bis yang selalu setia mengantarku kuliah.

Masa-masa kuliah di awal semester dapat kujalani dengan relatif mudah, meski ternyata jurusan yang kupilih tidak sesuai dengan harapanku. Teknik kimia di UI agak berbeda dengan universitas lainnya karena di UI jurusan tsb lebih spesifik mempelajari pengolahan gas dan minyak bumi. Memasuki semester akhir, perjuangan menyelesaikan skripsi penuh dengan pergumulan emosi dan air mata. Namun, semuanya itu terbayar ketika aku berhasil keluar dari ruang sidang skripsi dengan nilai yang sangat memuaskan. Rasanya menyenangkan sekali bisa melewati suatu masa yang begitu berat dan berhasil mendapatkan hasil yang terbaik.

Setelah selesai kuliah, mencari pekerjaan menjadi kegiatanku sehari-hari, lowongan di surat kabar ataupun internet kutelusuri. Namun, entah mengapa aku tidak terlalu tertarik dengan pekerjaan yang sesuai dengan bidang studiku, mungkin karena penempatannya kebanyakan di luar kota dan tempatnya terpencil, sementara orang tuaku sudah tua dan perlu seseorang yang bisa menjaga mereka. Jadi hanya lowongan dalam kota saja yang kulihat. Setelah beberapa kali mendapat panggilan psikotest dan interview dari beberapa perusahaan dan hasilnya gagal, aku mencoba melamar ke salah satu bank swasta terbesar di Indonesia yang ketika itu membuka lowongan Management Trainee. Tak lama kemudian, aku mendapat panggilan tes dari bank tersebut. Tahap demi tahapan tes kujalani dan aku lulus hingga tahap terakhir.

Akhirnya aku dapat pekerjaan juga...setahun menjalani masa trainee (pendidikan) merupakan masa-masa yang indah. Dan tebak apa yang terjadi?...Hari pertama aku menjalani trainee, aku bertemu kembali dengan calon suamiku yang terakhir kutemui di bis sewaktu kuliah dulu. Selanjutnya hari-hari trainee bersama dengan teman-teman yang baru sungguh menyenangkan, meskipun harus belajar dalam kelas, juga OJT di cabang serta ada ujian yang menanti setiap 3 bulan untuk menentukan kelayakan kami bisa diangkat menjadi karyawan tetap. Walaupun demikian, selalu saja ada waktu yang bisa dihabiskan untuk bercanda dan tertawa bersama teman-temanku.

Setahun berlalu begitu cepat, saat ujian penentuan pun tiba, deg-degan rasanya menghadapi penguji seperti sidang skripsi yang pernah kujalani satu setengah tahun sebelumnya. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh ketiga orang pengujiku dan berhasil kujawab dengan lancar, satu jam pun berlalu dan ujian selesai, aku lulus dengan nilai yang cukup memuaskan. Beberapa hari kemudian tiba waktunya pengumuman penempatan kami sebagai karyawan tetap. Meski telah menandatangani kontrak kerja yang menyatakan bersedia ditempatkan dimana saja, tetap saja keinginanku dan teman-teman adalah ditempatkan di Jakarta. Ternyata 2 orang dari angkatan kami ditempatkan di Medan, salah satunya adalah calon suamiku, sementara yang lainnya ditempatkan di Jakarta.

Pekerjaanku di bagian SDM Kantor Pusat sungguh tak ada kaitannya dengan latar belakang studiku, tapi aku jalani saja. Awalnya aku agak bosan karena pekerjaanku lebih banyak bersifat administratif, mengerjakan memo dan mengurus dokumen kepegawaian. Namun pada akhirnya, aku banyak belajar tentang bagaimana caranya berkomunikasi yang baik dengan orang lain, juga kemampuanku menyusun memo secara sistematis, ketelitian dan perhatianku terhadap detail juga terasah. Satu hal yang jauh lebih penting adalah teman-temanku yang membawaku lebih dekat dalam pengenalanku akan Tuhan. Persiapanku dalam menghadapi satu peristiwa yang tak pernah kubayangkan akan terjadi dalam hidupku.

Singkat cerita, akhirnya pada November 2009, aku menikah dan beberapa bulan kemudian pada bulan Mei 2010, aku terdiagnosa menderita Multiple Sclerosis. Terkejut, lega, bingung, takut, tak tahu harus bagaimana, itulah yang aku dan suamiku rasakan. Lega...karena akhirnya penyakit yang telah bersarang di tubuhku selama lebih dari 2 tahun diketahui juga. Takut...karena mengetahui penyakit ini belum ada obatnya. Hanya ada obat yang bisa meredakan gejalanya sewaktu serangan terjadi (cortico steroid) dan obat untuk mencegah kekambuhan (mis. Rebif). Puji Tuhan, sewaktu pertama kali diobati, pemulihan terjadi pada sebagian gejala yang kualami, rasa letih (fatigue) yang kurasakan hilang, juga penglihatan mata kiriku yang tertutup sebagian menjadi jelas kembali. Hanya kesemutan, fogging, juga kendali atas buang air kecil dan buang air besar yang belum pulih. Delapan bulan menggunakan Rebif tidak jua membawa perbaikan lebih lanjut. Bekas suntikan di beberapa bagian tubuhku mulai terasa nyeri bila tersentuh. Akhirnya aku memutuskan untuk berhenti menggunakan Rebif, namun 4 bulan kemudian tubuhku kembali dirayapi kesemutan pada bagian punggung yang tadinya sempat menghilang, juga rasa letih kembali melanda tubuhku.

Mei 2011, aku kembali dirawat di rumah sakit Siloam Karawaci tempat aku didiagnosa pertama kali. Rasanya tak percaya harus menjalani lagi pengobatan yang sama yang pernah aku jalani dulu, karena dirawat di rumah sakit bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Tapi tak ada peristiwa yang terjadi karena kebetulan, aku percaya Tuhan ijinkan aku mengalami serangan saat itu karena aku harus bertemu dengan teman sekamarku yang ternyata baru terdiagnosa menderita MS setelah 9 tahun pencarian penyakitnya. Mungkin Tuhan ingin aku berbagi pengalaman dan pengetahuanku dengannya sekaligus memberikan semangat padanya.

Seranganku kali ini juga membuatku bersemangat untuk mencari tahu tentang pengobatan alternatif maupun diet yang dapat membantu mencegah kekambuhan MS. Saat berdiskusi dengan dokter syarafku, terlintas satu kata yaitu inflamasi yang terjadi pada syaraf kita ketika serangan MS terjadi. Mulailah pencarianku di internet tentang makanan maupun suplemen anti-inflamasi yang membawaku kepada 2 buah website yang menurutku sangat bagus dalam menerangkan gaya hidup sehat yang perlu diterapkan oleh seorang penderita MS.


GAYA HIDUP SEHAT

Kedua penulis website tersebut berhasil memformulasikan gaya hidup sehat yang dapat menghambat bahkan menghentikan progresifitas MS, berikut rangkumannya (untuk informasi selengkapnya dapat di-klik disini dan disini).

1. DIET SEHAT
Sebaiknya lebih banyak mengkonsumsi makanan segar yang dimasak sendiri, bukan makanan yang sudah jadi (processed food) yang banyak mengandung bahan pengawet, zat pewarna dan bahan kimia lainnya ataupun makanan siap saji (fast food) yang banyak mengandung lemak yang tidak baik. Lebih banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan segar, daging putih (seperti daging ayam dan ikan) serta sedapat mungkin menghindari tepung terigu, lemak hewani, produk yang terbuat dari susu dan gula pasir.

2. SUPLEMEN
Nutrisi yang seimbang dapat diperoleh dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari, tetapi ada suplemen tambahan yang perlu dikonsumsi untuk menunjang perbaikan sel-sel syaraf seperti:

- Omega 3 (Essential Fatty Acids). EFAs dibutuhkan karena tubuh kita membuat myelin dari zat tersebut. Omega 3 terbaik dapat diperoleh dari minyak ikan.

- Vitamin D (dalam bentuk colecalciferol atau D3). Vitamin D adalah regulator alami dari sistem imun kita dan dapat diperoleh juga dari sinar matahari yang melimpah di negara kita.

3. KURANGI STRES
Cara mengurangi stres dapat dilakukan dengan melakukan meditasi selama 30 menit setiap hari. Mengurangi stres bukan berarti tidak terlibat dalam aktivitas sehari-hari yang biasa kita jalani, tapi kita perlu tetap merasa gembira dalam segala aktivitas yang kita lakukan. Seperti ada tertulis “hati yang gembira adalah obat yang manjur”.


4. HINDARI TERLALU LELAH
Bagi sebagian orang mungkin berarti perubahan dalam pekerjaan, mengurangi jam kerja atau mengambil ijin/cuti.





5. MINUM BANYAK AIR PUTIH
Minumlah 6-8 gelas air putih setiap hari minimal 1,5-2 L. Karena kebanyakan penderita MS mengalami masalah sering buang air kecil, maka konsumsi air dikurangi sehingga mereka menjadi dehidrasi. Dengan meningkatkan konsumsi air putih, setelah beberapa hari, sejalan dengan tubuh menjadi cukup terhidrasi dapat dirasakan masalah sering buang air kecil berkurang pada kebanyakan orang.


6. OLAHRAGA PERNAFASAN
Lakukan olah nafas perut, dengan menarik nafas dalam-dalam sambil mengembangkan perut dan menghembuskan nafas perlahan-lahan sambil mengempiskan perut, selama beberapa menit pagi dan sore/malam hari.




7. BERJEMUR SETIAP PAGI
Ambil waktu 30 menit setiap pagi untuk berjemur di bawah sinar matahari yang sangat baik karena mengandung vitamin D untuk membantu mengatur sistem imun kita. Meski hari berawan, tapi kulit tetap dapat mengubah sinar ultraviolet dalam sinar matahari menjadi vitamin D dalam tubuh kita.




8. OLAHRAGA SETIAP HARI
Lakukan olahraga setidaknya 30 menit setiap hari, olahraga ringan seperti peregangan (strecthing), berjalan kaki, berenang, bersepeda, yoga, tai chi/chi kung, dll. Yang penting hindari olahraga yang berat yang dapat menyebabkan tubuh menjadi kepanasan/berkeringat, karena dapat melemahkan penderita MS (terutama bagi pada penderita MS yang sensitif terhadap suhu panas karena bisa menyebabkan serangan / peningkatan intensitas pada gejala yang dialami). Olahraga penting dilakukan untuk melatih otot agar tetap kuat dan dapat mengurangi kekakuan serta rasa nyeri yang dialami.


No comments:

Post a Comment

Kepada para pembaca diharapkan tidak sungkan dalam membagikan pengalaman, masukan maupun kritik dan saran. Terima kasih.